Ramuan Deman Berdarah Dengue Alami

Penyakit DBD di Indonesia bukan merupakan penyakit baru, penyakit ini telah menyerang sejak tahun 1968. Sampai saat ini jumlah kasus maupun daerah yang terjangkit terus bertambah. Pada tahun 2000 di Jakarta saja tercatat penderita DBD sebanyak 8.729 orang (meninggal 34 orang) dan terus meningkat dari tahun ketahun pada tahun 2006 yang lalu mencapai 24.932 orang (meninggal 51 orang). Saat ini penyakit DBD telah menyebar hampir di semua propinsi. Menurut data Departemen Kesehatan, pada awal tahun 2007 jumlah penderita DBD telah mencapai 16.803 orang dan 267 orang diantaranya meninggal dunia. Oleh karena itu pemerintah telah menghimbau kepada semua rumah sakit di seluruh Indonesia baik swasta maupun pemerintah diminta mengutamakan pelayanan kepada penderita DBD. Namun demikian karena penyakit ini telah begitu mewabah sehingga korban terus berjatuhan. Sedangkan dilain pihak rumah sakit yang ada tidak mampu menampung pasien DBD yang terus berdatangan selain itu tenaga medispun di beberapa rumah sakit sangat terbatas. Penyakit DBD tidak mengenal umur dan tingkat sosial masyarakat, namun pada umumnya yang meninggal dikarenakan terlambat diobati. Sebenarnya penyakit DBD ini dapat dicegah dan disembuhkan sejak dini di rumah dengan menggunakan tanaman yang relatif mudah diperoleh dan murah harganya. Ada dua cara untuk menggempur penyakit DBD secara alami ini yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITTRO) yaitu : 1) Pencegahan dengan cara menggunakan tanaman pengusir nyamuk penyebab DBD yang dapat disimpan didalam atau ditanam di halaman rumah, 2) Pengobatan dengan menggunakan ramuan dari beberapa tanaman obat. Saat ini di BALITTRO yang beralamat di Jl. Tentara Pelajar No.3 Bogor telah terkoleksi sekitar 365 jenis tanaman berkhasiat obat dan beberapa diantaranya berfungsi sebagai pengusir nyamuk dan obat DBD.

Tanaman Obat DBD

Beberapa tanaman telah terbukti secari empris dapat mengobati penyakit DBD antara lain : kunyit (Curcuma domestica L.), temu ireng (Curcuma aeruginosa L.), meniran (Phyllanthus niruri L.), pepaya (Carica papaya L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.). Bahkan daun jambu biji telah teruji secara klinis dapat meningkat trombosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit > 100 000/µl setelah 12-14 jam, tanpa efek samping yang berarti. Namun demikian untuk mengobati suatu penyakit biasanya tanaman obat tidak bekerja sendiri-sendiri harus dicampurkan menjadi suatu ramuan obat. Salah satu ramuan yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengobati DBD adalah :

Bahan-bahan :
1.Kunyit 2 – 4 jari
2.Temu ireng 2 – 3 buah
3.Daun meniran 3 – 4 buah
4.Daun pepaya tua 2 lembar
5.Daun jambu merah 2-3 lembar
6.Garam secukupnya

Cara Pemakaian :
1.Semua bahan dicuci bersih, dihancurkan dengan blender + 1 gelas air.
2.Cairan diperas dan diminum setiap 4 jam sampai pulih.

Keterangan :
1.Daun pepaya untuk membunuh virus.
2.Kunyit sebagai anti biotik.
3.Temu ireng untuk menyembuhkan luka lambung
4.Meniran dan daun jambu biji merah untuk menaikkan trombosit
5.Garam untuk menaikkan tekanan darah.

Balittro

Tentang Perpustakaan Balittro

Pustakawan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor 16111
Pos ini dipublikasikan di 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s